kerinduan .

7 01 2010

ketika hati berdetak, yang ada hanya hitam,
ketika otak berpikir, yang ada hanya keraguan,
ketika jiwa berbicara ,yang ada hanya kepalsuan.
ketika tangis berderai, yang ada hanya kekufuran,

merelakan logika diperbudak nafsu,
mengikari jeritan-jeritan riuh dalam kalbu,
perlahan berhenti berotasi untuk memohon,
seakan nafas tidak akan pernah terhenti.

membuat segala pembenaran-pembenaran,
menuntut berbagai jawaban sejalan,
tetap tak mampu mendustai nurani,
Tuhan, aku rindu…





tarian hujan

24 10 2009

aku merindukan hujan..
ingin selalu ada hujan datang menyapaku.
ketika jiwa kering kerontang berkufurkan nikmat.
ditengah debaran hati hitam sibuk berelegi.

aku ingin menari bersama rintikan tajam,
lenggok molek berlatarkan geram gemuruh,
dansa indah berselimutkan kebekuan malam,
terbang tenggelam jatuh berbaur dengan hujan.

aku bersedia terus terbang bersama angin,
aku bersedia terus berburu bersama guntur,
aku bersedia terus menari bersama rintikan,
bahkan aku takkan sungkan menjadi budak hujan.

asalkan hujan berjanji untuk mengikis kenistaanku….

bandung, 5 oktober 2009 .





sekali lagi .

24 10 2009

sayang…
saya sudah pernah merasakan
bagaimana rasanya melayang,
bagaimana remuknya dijatuhkan,
dan bagaimana perihnya diabaikan .

saya pikir semuanya telah berlalu,
ketika kamu datang membawa janji
pengharapan yang membalut luka merah
bahkan cerita ketenangan dan masa depan,

kemudian saya yakinkan diri menunggu.
menanti kamu mengejar mimpi duniawi .
merindukan setiap detik kebersamaan,
dan mengingkari rasa sakit kesendirian.

tapi sayang,
saya sendiri,
saya lelah,
saya sakit.
masih adakah setitik pengertian itu?

terima kasih telah mengingatkan,
bagaimana rasanya menjadi orang terabaikan
sekali lagi…





beralaskan kebimbangan

24 10 2009

terkadang saya iri melihat mereka bersama

seakan semuanya begitu ringan,

tenang terbang melayang menembus awan

kenapa bisa begitu indah?

sedangkan saya..

dilema merayu menantang diselesaikan

pemikiran akan pengharapan itu hadir

kenapa begitu sulit untukmu memutuskan?

kenapa segalanya menjadi rumit di benakmu?

menunggu menunggu dan menunggu

hingga lelah hati jiwa perasaan menanti

apakah saya kurang pengertian?

apakah saya tidak membawa terang?

harus berapa lama bergelimang tanya?

masih tetap tertegun mencerna mengadu kegalauan

salahkah saya jika mendamba kisah bertabur asa?

bukan kisah berlatarkan kecemasan ketakutan

dan bukan pula kisah beralaskan kebimbangan

seperti ini…





catatan malam

14 09 2009

Bandung, 15 Mei 2009 , 00.40 WIB.

Aku masih saja terjaga di malam yang semakin larut, bahkan dinginnya udara tidak menghambatku melakukan apa yang kumau malam ini.Tubuh yang lemah dan hati yang rapuh, dua kompleksitas yang menyokong kehidupanku disini, di kota ini. Aku juga heran bagaimana aku bisa bertahan kalo selama ini zat penyusunnya adalah sesuatu yang tak kokoh? Lelah jiwa dan raga, aku sepertinya mulai jenuh dengan semua ini, seakan akan apa yang sedang dijalani adalah sebuah kewajiban dan bukanlah pilihan.

Kadang aku merasa kewajiban ini terlalu besar, terlalu berat untuk seseorang seperti aku. Setiap waktunya, akan selalu ada masa dimana harus berpura-pura tegar untuk mereka yang aku sayangi. Berdiri tegak menentang badai yang meruntuhkan kekuatan hati. Aku sendiri. Selalu sendiri. Menutupi kesakitan dan rasa sepi disini. Hiruk pikuk tawa berderai ekuivalen dengan derai tangis pedih. Mereka bilang aku cengeng, mereka siapa? apa tahu apa yang hati rasakan? apa merasakan bagaimana logika kadang berhenti berjalan waktu beban menghantam diri? saat yang ada hanya ada rasa haus akan ketengangan hati. aku hanya bisa mengais keceriaan dari sisa kebahagian terdahulu. Aku tahu aku tak boleh lemah, harus kuat seperti batu karang yang tegar. Dan yakin suatu saat semuanya akan menjadi indah pada waktunya.





Berpikir Dengan Luka (Edisi Dua)

5 10 2008

Masih berkutat dengan luka sialan itu. Entah mengapa semakin hari semakin lantang saja mengatur kehidupanku. Kamu pikir aku bodoh luka? Hahaha. Aku masih waras sewaras-warasnya gadis remaja yang hampir depresi karena masa lalu! Mengapa kamu tidak beranjak saja dan menjauh dari kehidupanku yang indah ini. Aku sudah bisa dan pasti akan selalu bisa menerima kenyataan kalau yang berawal itu pasti berakhir. Tetapi luka hanya menghakimiku dengan tatapan yang menghina. Hahaha. Sejak kapan hidupmu menjadi indah ? aku hanya sepertiga persen dari kekacauan yang ada di hidupmu sekarang. Bukankah kamu yang menciptakan sisa dari seluruh kekacauan itu? Kamu yang memaksakan segala sesuatu nya selalu tampak bahagia, kamu yang dengan keegoisanmu mempertahankan sikap kekanak-kanakanmu, dan kamu juga kan yang mempermainkan hatimu sendiri hingga menjadi dingin dan membeku.

Kehidupan yang indah.

Penuh kepalsuan.

Kehidupan indah, penuh kepalsuan, penuh kepura-puraan, dan tawa hysteria di balik tangis, benar-benar sempurna aku menutupi semuanya dulu. Aku bergerak di keheningan hidupku untuk memikirkan apa yang harus aku lakukan menyongsong masa depan, tak ada yang berdiri di sampingku, tak ada yang begitu peduli bagaimana hancurnya aku ketika itu. Mereka hanya menatap nanar  seorang gadis tersedu-sedu menyesali nasibnya menjadi orang terbuang. Kalian tahu? Tak ada yang se-setia luka menurutku. Sangat setia menemaniku. Mungkin kalian anggap aku ini aneh yaa? Hahaha. Sudahlah. Ini aku dengan kelebihan dan kekuranganku. Peduli apa kalian? Kadang aku menyesal mengapa telah mengambil jalan ini, tapi luka terus mengharapkan aku belajar semua yang terjadi padaku. Dan pelajaran kedua yang aku terima adalah menyesal tidak akan membuatku bisa merubah masa lalu. Ketika ingatan kembali ke masa itu, aku seakan kehilangan pikiran akan indahnya masa depan. Bagaimana segala harapan telah di rancang dan khayalan akan masa depan yang bahagia selamanya harus aku simpan rapat-rapat di benakku. Tak aka nada lagi senyum dan canda itu, yang ada hanya kebekuan di sela-sela hati kita. Aku tahu manusia hanya bisa merencanakan dan Allah lah yang menentukan. Penyesalan tak akan membuatnya berubah.

Luka sering berkata padaku kalau seorang gadis yang kuat adalah gadis yang bisa mengambil pelajaran dari masa lalunya dan tidak pernah takut akan masa depan. Mengapa hati terlalu lemah untuk dapat mencerna segala pelajaran masa lalu? Karena dia tak pernah sungguh-sungguh ingin melupakannya. Terlalu pahit untuk dikenang dan terlalu manis untuk dilupakan. Memori-memori indah memaksa hati untuk takut pada masa depan. Takut kehilangan semua kenangan itu katanya. Ketika masa depan datang menawarkan segala kenikmatan di dalamnya, hati menjadi ragu, apakah melepaskan masa lalu dan menerima tawaran masa depan atau malah tetap membeku di masa lalu. Lalu aku tanyakan kepada luka, hatiku tak ingin memilih, ingin mendapatkan keduanya, memiliki masa lalu dan masa depan. Luka hanya menjawab, hidup adalah pilihan. Bukan hidup kalau tidak  memilih katanya. Apakah aku akan mengorbankan hidupku untuk tidak memilih salah satunya? Aku tak mengerti. Dan dia hanya menjawab kamu tidak akan pernah mengerti karena kamu terlalu dibutakan hatimu. Bukan matamu yang buta  tetapi hatimu. Hati yang selama ini aku gerogoti dan hati yang selama ini kamu turuti segala keegoisannya. Hanya ketika hati itu telah lelah berpura-pura akan imaji lalu baru kamu akan mengerti kalau kamu telah mensia-siakan banyak pilihan di hidupmu.

Mengapa luka selalu menentang keinginanku. Dan mengapa luka tak lekas pergi? Apa sebenarnya yang ingin dia buktikan kepadaku? Sepertinya semuanya semakin jelas, mungkin saja ini adalah salah satu teka-teki kehidupan dengan aku sebagai peran utama dan kalian sebagai penontonnya…

 

 

 

Pekanbaru, Oct 5th 2008; 01:30 WIB

 

 

                Lies Sundariy J

 





Happy Birthday to Me

21 09 2008

Happy Birthday to me …

Happy Birthday to me …

Happy Birthday, Happy Birthday,

Happy Birthday to me …

Happy 19th birthday lies!

A brand new day has come

Chilled nights had passed

The sun begins to rise again

It’s time to go out and feeling the warm breeze

Come on Lies!

Try to catch this happiness girl!

Forget about the uncertain world

And get ready for the new hope

No more feeling guilty of past

And no more fear about tomorrow

Let it rolled and I’ll know how worthy my life to be ignored

It’s a long way to go

Don’t worries about the future, keep believe in fate

I do not have to think that I’m alone

It’s fine…

Yes. It’s totally okay for me

Because a big girl doesn’t cry!

Bandung, September 21st 2008

Lies Sundariy :)





Dia Patut Membenciku!

21 09 2008

Kamu memang benar sayang..
Aku adalah wanita yang tak berperasaan
Aku adalah wanita yang jahat mendustaimu
Aku adalah wanita yang melukaimu berkali-kali
Dan Aku juga adalah wanita kejam yang munafik

Tapi aku tak pernah memaksamu menyayangiku
Aku tak pernah memintamu mencintaiku
Aku selalu menyerahkan semuanya pada dirimu
Akankah setia bertahan menungguku di sini ?
Ataukah berpaling meninggalkanku sendiri?

Tak masalah bagiku apa saja keputusanmu
Biarkan hati yang menentukan jawabannya
Dan ketika kamu memilih untuk pergi dariku
Aku hanya bisa menerima dengan kerelaan
Karena kamu pun tak pernah mempercayaiku

Kamu boleh saja berpikir aku tak menyayangimu
Pikiran-pikiran sempit yang menyudutkanku
Caci Maki saja diriku dengan kata-katamu
Mungkin selamanya kamu tak akan mengerti
Kalau segalanya butuh waktu agar pulih

Silahkan sayang, ayo benci saja aku!
Benci saja aku jika itu membuatmu senang
Aku tak akan mengeluh dan membalas perlakuanmu
Aku hanya akan tersenyum menatapmu dari kejauhan
Dan berbisik “Aku Sayang Kamu”…

Aku dengan segala keegoisanku berdiri tegar
Aku dengan kebekuan hatiku memandang dunia
Terus berpikir tentang ketidakadilan ini
Ini bukanlah kehendakku, tapi kehendak-Nya
Aku harus tertawa bahkan menangis agar mengerti
Dan Bersiap melanjutkan petualangan masa mudaku

Bandung, 20 September 2008

* Lies Sundariy :)





BERPIKIR DENGAN LUKA.

19 09 2008

Pernah bertemu dengan lukaa?

Sesuatu yang menyerang hatimu dengan keinginan pembuatnya. Dia selalu ingin melukaiku maka dia menciptakan luka keparat itu ! Dia pikir aku takut bertemu dengan luka ? Hahaha. Omong kosong ! aku bahkan telah bermain dan belajar dari si luka sialan itu. Setiap harinya luka membuat aku berusaha berpikir apa yang harus aku lakukan dengan hidupku ini. Bagaimana seorang gadis bejuang menyadarkan dirinya dari rayuan akan pemikiran masa depan yang bahagia selamanya.

Pelajaran pertama yang aku dapat adalah berusaha mencintai diriku sendiri. Bagaimana bisa aku menjadi sangat bodoh untuk mengabaikan diriku yang istimewa ini. Merendahkan harga diri demi suatu hal yang klise. Diriku, hidupku lebih berharga daripada seuntai bait-bait manis yang selalu dia ucapkan dan janji-janji palsu yang selalu dia katakan. Luka tidak segan-menggoreskan perihnya ke hatiku. Supaya kebal katanya. Hahaha…

Luka terus saja memaksaku untuk berpikir !

Padahal aku katakan padanya kalau aku sudah tidak kuat menahan deritanyaa ! Tapi ia tetap berkeras tak mau meninggalkanku. Masih ada pelajaran yang harus aku terima. Sampai kapan ini terus berlanjut ? kataku penuh kegelisahan. Lalu luka dengan tenangnya berkata, Sampai kamu mengerti bahwa yang berawal pasti berakhir….

Bersambung…





hello world!

18 09 2008

asikasik bisa buat blog baruuu..

udah saatnyaa juga gw bergegas meninggalkan kehidupan membosankan di kampus sial ini dan kembali menulis. kangen euyy..

udaah banyaak banget yang mau di ceritaain.

regards,

sundariy :)